Selasa, 06 November 2012

Rekaman Audio di Studio



Sejarah Merekam Audio

Alat perekam suara pertama yaitu Phonoautograph penemuan Leon Scott telah ada sebelum Phonograph penemuan Thomas Alpha Edison yang digunakan untuk mempelajari gelombang suara pada tahun 1857. namun alat tersebut tidak digunakan untuk mereproduksi hasil rekaman tersebut. Phonograph diciptakan seiring dengan pengembangan perangkat telepon pada tahun 1870-an dan pada saat itulah Edison mendapat ide untuk mencetak pesan telepon di atas kertas berlapis wax manggunakan alat elektromagnetik. Setelah penemuan tersebut, bermunculan alat perekam lain sepertiGraphophone dan perusahaan lain yang membuatnya. Para ilmuwan meyakini bahwa alat tersebut dibuat pada 9 April 1860 oleh ilmuwan Perancis, Edouard-Leon Scott de Martinville.
Edouard-Leon Scott de Martinville merekam suara menggunakan alat bernamaphonautograph yang memindahkan gelombang suara ke dalam selembar kertas yang dihitamkan dengan asap lampu minyak. Untuk memutar rekaman itu sendiri, para ahli membuat alat pemindai digital beresolusi sangat tinggi. Dengan pemindai digital itu para ahli dapat membaca gelombang suara yang dihasilkan Edouard-Leon Scott de Martinville tersebut. Hasilnya, terdengarlah rekaman seseorang bernyanyi: ‘Au clair de la lune, Pierrot repondit‘. Edouard-Leon Scott de Martinville sendiri tidak bisa memutar ulang rekaman yang ia buat tersebut, baru pada tahun 1888 Thomas Alpha Edison dapat membuat alat yang dapat merekam sekaligus dapat memutar kembali suara yang direkam.
Pada tahun 1894, Emir Berliner mencetuskan ide untuk mencetak suara di atas piringan dan bukan silinder dengan alas an lebih mudah direproduksi. Ide piringan inilah yang berkembang menjadi disc yang kita kenal sekarang ini.
Phonograph, graphophone dan alat perekam lainnya adalah alat mekanik sampai tahun 1920 dikembangkan player dengan built in speaker yang mengizinkan pemutaran hasil rekaman dapat lebih keras suaranya. Hingga akhir perang dunia II, phonograph atau dikenal juga dengan gramaphone adalah satu-satunya alat perekam dan playback yang umum digunakan, tetapi zaman sudah mulai berubah. Hollywood mulai mengambil peranan dalam perkembangan rekaman dengan menggunakan suara di film.

sumber: Sofi wildayati
Baca Selengkapnya... »»  

Rabu, 24 Oktober 2012

Memperbaiki VCR

VCR hidup tapi tidak akan melakukan apapun

  Berikut adalah beberapa hal untuk mencoba terlebih dahulu:

  1. Memeriksa kesalahan kokpit - Seseorang mungkin telah sengaja mengatur untuk 'merekam timer' atau 'orang tua kunci mode'. Apakah ada jam kecil atau simbol kunci,, 'L' (atau sesuatu yang lain anda tidak mengerti) ditampilkan? Periksa posisi setiap slide atau switch push-push.
    • Timer mode mungkin diatur oleh sebuah tombol tekan, push-push, atau switch geser, atau dari remote control.
    • Parental lock biasanya hanya dapat diakses dari remote control. Lihat bagian: VCR menunjukkan LOCKED pada layar.
Konsultasikan panduan pengguna Anda jika ragu-ragu tentang bagaimana hal tersebut seharusnya bekerja!
  1. daya Siklus - cabut VCR dari dinding (jangan hanya menggunakan saklar daya perusahaan) untuk satu atau dua menit untuk melihat apakah mikrokontroler hanya masuk ke dalam keadaan bingung. Ini lebih umum daripada yang anda bayangkan. Sebuah lonjakan listrik acak bisa melakukannya. VCR mungkin telah masuk ke keadaan buruk (mekanik atau listrik).
  1. Cabut VCR dan lepaskan selimut. Putar shaft dari masing-masing motor (loading loading kaset dan tape atau motor utama tergantung pada Anda VCR) searah jarum jam beberapa putaran (dengan asumsi tidak ada perlawanan untuk mengubah). Pasang dan dengarkan suara inisialisasi - harus mendeteksi bahwa mekanisme telah dipindahkan dan kemudian reset ke posisi yang aman. Lihat apakah sekarang bersikap.
  1. Jika (2) tidak melakukan apa-apa, coba beberapa ternyata berlawanan sebagai gantinya.
  1. Jika masih tidak ada perbaikan, mungkin ada yang lebih serius power supply, motor, atau masalah sistem kontrol.

      Jika salah satu muncul untuk memecahkan masalah, sangat mungkin bahwa Anda tidak akan pernah mengalaminya lagi. Namun, beralih modus kotor (lihat bagian: VCR mode (sensor) switch mungkin telah menghasilkan sebuah overshootto keadaan mekanis buruk dan tanpa membersihkan atau penggantian, hal yang sama mungkin terjadi lagi.

sumber: Drs.Mahrum

Baca Selengkapnya... »»  

Instalasi CCTV


Skema Pemasangan CCTV







sumber: Aska
Baca Selengkapnya... »»  

Muatan Lokal

1.  Pemotongan Plat
 Pada proses pemotongan plat, alat yang digunakan untuk memotong plat adalah mesin gullotine. Mesin gullotine terdiri diri 2 (dua) jenis yakni mesin gullotine manual dan mesin gullotine hidrolik. Disini alat yang digunakan untuk praktek pada praktikum proses produksi adalah mesin guillotine manual.

2.Pembuatan lubang yg diperlukan
 
 
3. Proses Tekuk (Bending)
  Pada proses tekuk ini, mesin yang digunakan untuk melipat atau menekuk plat adalah mesin bending manual dan bending Hydraulic Pipe Bender
 proses pelipatan plat

 4.  Proses Pengeboran Lubang Baut
 

 5.Finishing




Baca Selengkapnya... »»  

Senin, 22 Oktober 2012

Memperbaiki CD Player

Memperbaiki CD yg Terkena Optiknya.:

A. Menganalisa OPTIK
     
      Optik adalah piranti di dalam VCD maupun DVD player yang berfungsi untuk membaca kepingan cakram CD. Jika optic mengalami gangguan atau kerusakan maka hal ini sangat berpengaruh besar karena dapat disimpulkan bahwa optic merupakan inputan / awalan dari sebuah pembacaan data dari CD. Optic sangat berperan penting di dalam cara kerja sebuah VCD maupun DVD player. Optic yang terdiri dari laser dan lensa yang menjadi perangkat utama dalam memfokuskan pembacaan data dari piringan menggunakan penembakan sistem laser, biasanya laser ini sangat kompatibel dengan jenis piringan CD. Kalau CD bekerja pada laser dengan panjang gelombang 780 nanometer, sedangkan untuk DVD pada 635 atau 650 nanometer.
     Dari segi cara kerja, cara kerja DVD Player tak ada bedanya dengan cara kerja CD Player, karena keduanya memiliki komponen optik yang mampu menyorotkan sinar laser berwarna merah ke arah permukaan piringan, atau tepatnya ke permukaan layer dari suatu piringan CD maupun DVD.
Didalam Prinsip kerja DVD Player, yang paling fundamental terletak pada pemfokusan dari laser ketika melakukan pembacaan pit-pit dijalur trak, karena titik kerjanya harus dapat terfokus pada setiap permukaan bidang pantul. Ini sangat menentukan terutama waktu menjalankan jenis piringan DVD yang memiliki double-layer , karena dalam satu muka terdapat dua lapis reflektor yang masing-masing memiliki jarak yang berbeda, sehingga titik fokusnya juga tidak sama. Untuk lapis pertama dibuat sebagai bidang reflektif semi-transparan, dimana laser juga harus mampu menembusnya ketika membaca data pada layer inti yang berada di lapis kedua.
     Setiap sorotan laser akan langsung mengenai lapisan pemantul bahan polycarbonate dari piringan DVD, kemudian dipantulkan kembali ke komponen opto-electronic yang bertugas mendeteksi setiap perubahan cahaya yang dipantulkan. Jadi dari opto-electronic tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kode-kode binary yang biasa disebut bit. Pekerjaan paling berat dalam sistem pembacaan dari piringan DVD adalah pada saat menjaga posisi sorotan laser yang harus tetap fokus ditengah-tengah jalur trak data.Tugas ini dibebankan pada tracking system yang selalu bergerak kontinu dari tengah ke pinggir piringan, sehingga akan terjadi pergeseran laser dari arah dalam bergerak keluar secara linier.
Kecepatan dari pembacaan datanya juga berlangsung konstan, ini dapat kita buktikan melalui gerakan motor spindle yang berputar semakin lambat ketika mata laser mulai menuju ke pinggir piringan DVD.

B. Kerusakan dan gangguan pada OPTIK dan cara memprbaikinya

1. Optik Tidak Bisa Membaca Disk

Optik tidak bisa membaca disk bisa karena tiga hal :
  -lensa kotor
  -lensa yang terbakar.
  -kumparan spull yang lemah.
Cara –cara mengatasinya :
a. Jika optic kotor, kita dapat menggunakan disk cleaner. Jika ingin hasil maksimal, buka terus bersihkan menggunakan cotton butt. atas dan bawah lensa optiknya. Kemudian bersihkan juga diafragma penerima sinyal optik (letaknya agak masuk ke samping dalam). Hati-hati, jangan sampai menggores optik!
b. Jika lensa optiknya terbakar, maka kita terpaksa harus menggantinya.
c. Jika kumparan sepulnya yang sudah lemah, disetel lagi ke ukuran standarnya.
d. Kemungkinan focus optic lemah, harus bantu setel focus dengan setelan yang ada di samping optik sedikit sedikit saja.
e. Kabel flexibel patah sebagian. Ini membuat disc-nya tidak bisa baca ke track tengah sampai terakhir, karena optik menarik ke belakang flexibelnya terputus.

2. DVD/VCD PLAYER NO DISK

a. Di karenakan debu, kalau ini terjadi kita harus membongkar tutupnya dan kita harus memakai cotton butt (korek kuping). Tidak diperkenankan memakai cairan kimia dan detergent. dengan cara sisi cotton buds ada 2 sisi, sisi yang satu kita basahi dengan memakai air/alkohol kalau tidak ada keduanya kita memakai (ma`af ini seperti pengalaman saya) pakai air ludah, ujung cotton buds kita oleskan di optic tersebut kurang lebih 30 detik,kemudian cotton buds kita balik sisi yang tidak dipakai air itu yang berfungsi untuk mengelap yangg tadi dibersihkan kurang lebih sama 30 detik.
b. Dikarenakan motor optic macet karena kotoran atau debu halus, maka kita harus melakukan dengan cara mengebrak player itu kurang lebih 2-3 kali. Cara menggebraknya adalah sebagai berikut:
Keluarkan piringan dari dalam player, lepaskan kabel power dari sumber listrk. Kemudian angkat player dengan tangan kiri dengan sisi terbalik, ayunkan (menggebrak) tangan kanan ke sisi player sebanyak 2-3 kali dengan posisi telapak tangan melebar ke 5 jarinya. Dalam menggebrak jangan terlalu pelan dan jangan terlalu keras (tidak di perkenankan memakai alat-alat /benda keras).
c. Dikarenakan setelan optic kurang pas. Kalau ini terjadi kita harus menyiapkan obeng plus (+) degan ukuran kecil, dibelakang optic ada putaran baut coba kita putar kekanan sekitar 2 mm, posisi player harus keadaan OFF/MATI. Apabila langkah A-E tidak membawakan hasil, segeralah bawa DVD/VCD player anda ke service centre atau tempat service terdekat yang ahli dalam bidangnya.



sumber: Drs.Mahrum
Baca Selengkapnya... »»  

Instalasi Soundsystem AV mobil


1.Speaker

160mm (6-1/2") 2-Way Component System , 25mm (1") My-Ti tweeter , Outboard Crossover System ,Sensitivity : 92dB , Impedance : 2ohms , Power Handling  RMS : 70W, Power Handling Peak : 210W


* 6.5" 2 Way Component Set * Woofer cone Mica Injected Polypropylene * Woofer surround Polyurethane * .75 in. Aluminum Hard dome * 3 Tweeter Configuration * 12 db / Octave Component Crossovers * Mounting Depth 2.6 in. * Power Handling (RMS) - 60 watts * Power Handling (Peak) - 120 watts * Frequency Response - 60-22k hz * Sensitivity - 88 db * Component or Co-axial mount




  

 



Features :

  • Model : ADS - 236is
  • Frequency Response +/- 3dB : 40Hz to 22KHz
  • Sensitivity : 91dB
  • Impedance Nominal : 4 Ohms
  • Recomended Amplifier power watts RMS : 15 to 150
  • Dimensions, wwofer / midrange transducer : 2 7/16" /63mm
  • Free Air Resonance : 57.1Hz
  • Voice Coil Diameter : 1 / 25.4mm
  • Voice Coil Lenght (Winding Lenght) : 12.5mm
 

2. Head Unit

 
Head unit dengan layar in-dash ini, dilengkapi fitur monitor touch screen slider 6,6 inci, TV, DVD player, slot SD Card, koneksi Bluetooth dan iPod controller untuk memutar lagu-lagu kesayangan Anda.


   
head unit ini sudah dilengkapi GPS, dengan layar 7 inci cukup lebar untuk melihat peta rute perjalanan Anda. Selain itu, bisa untuk menonton film atau tayangan TV, produk ini juga beragam fitur. Seperti untuk VCD, MP3, MP4, iPod dan Rear View.
  


3.Amplifier


 
Digital Car Amplifier
Model:
DAP2075
Brand:
Yongfeng
Origin:
Made In China
Category:
DAP 2075
RMS POWER @ 4 OHM : 75 W×2CH
RMS POWER @ 2 OHM : 150 W×2CH
RMS POWER @ 1 OHM : 225 W×2CH
BRIDGE MODE POWER @ 4 OHM : 150 W×1CH
THD @ 4 OHM : < 0.05 %                      
S/N (A-WEIGHTED) : > 100 dB               
INPUT SENSITIVITY : 0.2 — 8 V
FREQUENCE RESPONSE :20 HZ—20 KHZ
HI-LOW PASS FREQUENCE : 50 HZ—250 HZ
VARIABIE BASS BOOST: 0—12 dB
DIMENSION
230(W)×200(L)×55(D) mm


4.SubWoofer

  • OUT PUT HIGH POWER 400 WATT
  • HIGH AND LOW INPUT
  • HIGH OUT PUT
  • VOLUME LEVEL &LPF 40 HZ CONTROL
  • SPEAKER UNIT 10" / 4 OHM
  • POWER INPUT 12 V DC
  • PLUS SOCKET CONEECTED TO MP3

sumber: Alutsco

Baca Selengkapnya... »»